The Kilisuci

Keindahan kain tradisional menjadi sumber inspirasi bagi Inin Shilviana. Sejak tahun 2010 ia setia pada kain tradisi. Lurik dan batik di tangannya menjadi busana siap pakai unik elegan, tanpa meninggalkan filosofinya.

Keinginannya untuk memperkenalkan budaya Nusantara lewat busana, membuahkan hasil. Hongkong, China, Nigeria telah dijelajah untuk berpameran. Inin ingin mengangkat produk asli Yogyakarta mendunia.



Jas Surya Kirana & Jas Surya Nirwana

Jas Surjan terinspirasi dari surjan tradisional gaya Yogyakarta. Surjan tradisional yang disebut juga baju takwa memiliki aturan baku pembuatannya. Di tangan Inin Shilviana, tradisional diolah kembali. Surjan tampil lebih muda, sederhana, namun menarik perhatian.

Jas Surjan ini memiliki beberapa varian yang dapat disesuaikan selera pelanggan.


Kawung

Kawung merupakan sebutan lain bagi buah aren atau kolang-kaling. Bentuk buah kolang kaling saat masih segar, menjadi acuan bentuk simetris pada batik kawung. Saat ini terdapat banyak sekali variasi bentuk batik kawung.


Batik Prada 

Aneka motif klasik yang dihiasi dengan prada menjadi salah satu ciri khas The Kilisuci. Setiap motif klasik batik memiliki cerita dan filosofi yang kuat. Bermakna doa dan harapan baik bagi pemakai maupun pembuatnya.


Wahyu Tumurun

Mengolah aneka ragam motif batik tradisional, adalah juga mengolah doa. Dalam setiap motif batik tradisional terdapat harapan baik. Wahyu Tumurun, memiliki arti berkat Tuhan yang diturunkan pada pemakainya. 


Pashmina Lurik

Istilah pashmina berasal dari bahan baku selendang lebar ala masyarakat pegunungan Himalaya. Selendang terbuat dari bulu Changtangi, Chyangra atau Ladhak Pashmina, jenis kambing berbulu lebat yang hidup hanya di Kawasan Himalaya. Dalam perkembangannya, pashmina hadir dari berbagai bahan, termasuk lurik. 


Pashmina Yaman

Tenun dikenal di seluruh dunia termasuk di Jazirah Arab. Pashmina Yaman mengambil inspirasi dari kain maawaz asal Yaman. Biasa dikenakan oleh pria dari generasi ke generasi.