Tenun Kapas Sutera

Sejak ratusan tahun silam, kawasan Troso, Jepara terkenal sebagai pusat produksi tenun tradisional. Hingga kini masih banyak bermunculan para pengrajin tenun muda, termasuk Sulbi Ahmad yang baru berdiri tahun 1997.

Pada awalnya, Sulbi Ahmad hanya mengerjakan tenun berbahan sutera. Sekarang Sulbi Ahmad dan keluarga juga mengolah katun. Motifnya beragam, menyesuaikan pesanan pelanggan.



Toraja

Motif ini merujuk pada tenunan khas Toraja. Pengrajin Tenun Toraja saat ini jumlahnya sangat sedikit. Padahal permintaan kain tenun khas cukup banyak. Peluang ini ditangkap dengan baik oleh para pengrajin Troso.


Brunei

Ada beberapa motif dan teknik pengerjaan kain yang disukai masyarakat Brunei Darussalam. Motifnya runit dan rapat, dihiasi beberapa benang mengkilat yang menarik perhatian jika kain dikenakan.


Kalimantan

Motif Kalimantan terinspirasi dari aneka motif tenunan masyarakat Dayak. Kombinasi warna yang tepat membuat kain ini mudah dikombinasikan dengan busana apapun.


Jajar Genjang

Motif jajar genjang merupakan kombinasi beberapa motif yang sering dikerjakan oleh Tenun Kapas Sutera. Motif ini disukai kaum muda karena garis tegas serta warna yang berani.


Sakura

Selendang atau pashmina berbahan sutera, biasanya dijual polos. Selain polos, Tenun Kapas Sutera juga menyediakan aneka pasmina yg sudah dibatik maupun diwarna sendiri.


Indigo 

Kombinasi antara kulit dan tenun berwarna indigo, terlihat elegan. Cocok dikenakan dalam acara resmi. Mudah dibawa, cantik dan menarik perhatian.


Tas Wanita

Produk warna natural-look memiliki pangsa pasarnya sendiri yang terus berkembang. Sulbi Ahmad meresponnya dengan memaksimalkan aneka tenun natural-look ke dalam bentuk siap pakai. 


Aneka Dompet

Aplikasi tenun tidak hanya berhenti pada kain selendang atau kain bawahan. Dengan kemampuan desain yang terus diasah, tenun dapat berkembang menjadi produk cantik serbaguna.