Redo Coffee

Sebagai penikmat kopi, para pendiri Redo Coffee selalu kangen kopi asli kampung halamannya, Sulawesi Utara. Jika berada di Jakarta atau kota-kota lain di Indonesia, sulit menemukan kopi Sulawesi Utara. Budaya “ngopi” sebenarnya mengakar kuat di masyarakat Sulawesi Utara, namun luka sejarah yang kelam membuat kopi tidak lagi dibudidayakan secara intensif. 

Dengan semangat memperbaiki citra kopi Sulawesi Utara, Redo Coffee didirikan di tahun 2019. Redo ingin kembali mempopulerkan kopi hasil bumi Sulawesi Utara yang punya rasa khas hingga ke kancah internasional. Saat ini Redo Coffee dapat dinikmati di beberapa negara seperti Bahrain, Jerman, maupun kota-kota besar di Indonesia.



Robusta Manado (Modayag)

Robusta Manado sangat umum ditemui di kedai-kedai kopi di seputaran Sulawesi Utara. Dengan pengolahan dan pengemasan yang cermat Redo menyajikannya untuk konsumen nasional maupun internasional.

Card box ukuran 9.5 x 5 x 20 cm 

Berat bersih 120 g 


Robusta Arabica Koya Minahasa

Arabica Koya Minahasa merupakan salah satu kopi terbaik di tanah Minahasa. Kopinya tumbuh diantara pohon-pohon aren, maka karakter rasa gula aren pun muncul dari kopi ini.

Kaleng ukuran

T: 15 cm, D: 7.5cm

Berat bersih 150


Arabika Tompaso Minahasa

Berasal dari Kawasan Tompaso, Kabupaten Minahasa. Kopi ini rendah keasamannya, cocok untuk penikmat kopi dengan gangguan lambung.

Kaleng ukuran 

T: 15 cm, D: 7.5cm

Berat bersih 150 g