Desa Wisata Bobung

Topeng telah dikenal masyarakat Nusantara sejak ratusan tahun silam. Tradisi menari topeng sebagai ritual maupun hiburan, terekam dalam prasasti, serat, serta aktifitas masyarakat.

Lestarinya topeng dalam berbagai ekspresi ditemukan di Desa Bobung, 30 km dari pusat kota Yogyakarta. Tradisi menari topeng sebagai penghormatan kepada alam semesta dan syukur kepada Tuhan YME rutin digelar. Topengpun menjadi urat nadi ekonomi. Desa Bobung merupakan sentra industri kerajinan topeng kayu, yang terkenal hingga manca negara.



Panji Gunung Sari 

Tokoh Raden Gunungsari pada cerita Panji dikenal sebagai adik Raden Panji Asmarabangun.

Topeng Panji Gunung Sari ini bergaya Yogyakarta. Topeng ini dibuat khusus untuk menari, maka struktrur bagian dalam topengnya pun disesuaikan dengan wajah manusia.


Ragil Kuning

Rara Ragil Kuning, salah satu tokoh pada cerita Panji. Dikenal sebagai pasangan Raden Gunung Sari.

Topeng Panji gaya Yogyakarta memiliki bentuk yang khas. Ukuran makhota sedang, hiasannya pun tidak terlalu rumit.


Rajamala

Seperti halnya kehidupan ada yang baik dan buruk. Tokoh Rajamala dikisahkan adalah sumber segala “memala” atau penyakit dan musibah. 


Menggendong Shinta

Hanoman membawa kembali Shinta yang diculik Rahwana selama 12 tahun. Kisah Ramayana menjadi sumber inspirasi pembuatan aneka patung dan souvenir di Desa Bobung.


Batik Kayu 

Batik adalah sumber inspirasi. Aneka souvenir dan pajangan bermotif batik menjadi komoditas penting. Kerajinan khas Bobung ini dikenal atas kualitas pewarnaan yang sangat baik. 


Topeng Batik 

Berbagai kreasi topeng batik, dikerjakan oleh masyarakat Desa Bobung. Membuat aneka kreasi topeng adalah wujud kreatifitas saat permintaan topeng klasik menurun. Inovasi adalah kunci.