Cinta Sasirangan

Sasirangan berasal dari kata menyirang atau menjelujur. Kain ini dikerjakan melalui proses rintang warna dengan benang. Lalu dicelup ke dalam pewarna sesuai keinginan dan kebutuhan. Masyarakat Banjar masa lalu percaya bahwa sasirangan memiliki kemampuan magis pengobatan dan perlindungan. Cinta Sasirangan mengembangkan kain sasirangan modern sejak 2015.



Kemeja Wayang Bordir

Maimunah Mahriyanti menyajikan busana siap pakai dengan kombinasi bordir wayang. Wayang kulit Banjar berkembang sejak abad ke 14. Meskipun dibawa dari Pulau Jawa, Wayang Banjar memiliki ciri khas tersendiri, terutama pada bentuk dan ukuran.


Kain Wayang Bordir

Masyarakat Banjar mengenal pertunjukkan wayang berdasarkan kebutuhannya. Wayang Tahun wujud ucapan syukur atas panen, Wayang Sampir yang ditampilkan saat hajatan, Wayang Tatamba untuk kepentingan pengobatan maupun Wayang Karasmin sebagai hiburan. 


 

Dress Kombi

Menyajikan motif tradisional dalam gaya modern siap pakai. Demikian visi Maimunah saat merancang busana ini, di tahun 2019.


Tugu Banjarbaru, Intan Martapura

Intan, bukti kekayaan bumi Kalimantan. Keindahannya layak disematkan dalam kain Sasirangan. Demikian juga Tugu Banjarbaru, yang merupakan penanda ruang sekaligus ucapan selamat dating bagi para pengunjung kota. 


Biru Merayu

Warna alam terutama biru, banyak peminatnya. Sasirangan warna biru ini, selalu diminati pelanggan Cinta Sasirangan.