Batik Tulis Bakaran Bu Sri P. Sarni

Batik Bakaran, tumbuh di kawasan Bakaran Kulon dan Wetan, Juwana. Aneka motif dan warnanya merupakan  percampuran gaya pedalaman dan pesisiran. Batik Bakaran memiliki motif khas remekan, yang awalnya timbul karena ketidaksempurnaan teknik penuangan malam. 

Andreas Agus melanjutkan tradisi pembuatan batik klasik khas Bakaran milik keluarganya. Dengan sentuhan desain modern, dan pola pemasaran baru, Batik Bakaran Bu Sri P. Sarni makin maju dan berkembang. 



Ceplok Kusuma

Kombinasi monokrom khas Bakaran dan teknik pewarnaan colet warna-warni, menghasilkan batik dengan keunikan tersendiri. 


Merak Sinandi

Warna gelap dan monokrom merupakan ciri khas batik Bakaran klasik. Meskipun saat ini berkembang berbagai warna dan motif kontemporer, ternyata batik klasik ini masih banyak peminatnya. 


Parang Pedhot

Parang, merupakan motif klasik yang tersebar di hampir seluruh pusat batik di Jawa. Parang Pedhot khas Bakaran, motifnya sederhana, mudah diaplikasikan dalam busana kontemporer.


Sidomukti Kombinasi

Batik Bakaran melestarikan motif klasik Sidomukti dipadu dengan motif kombinasi berwarna cerah. Harapannya agar kaum muda tidak enggan memakai motif klasik.  


Sidomukti

Dalam motif batik terdapat doa nenek moyang. Melalui batik Sidomukti disampaikan harapan akan kebahagiaan lahir batin saat ini dan seterusnya. 


Cendrawasih

Para seniman Batik Bakaran mendapatan ide dari berbagai hal, termasuk aneka flora dan fauna khas Nusantara. 


Ukel

Motif Ukel, sederhana namun dikerjakan dengan sungguh-sungguh.  Detail dan rapi, sehingga menghasilkan karya seni yang anggun, layak dikoleksi.