DUKUNG PENGEMBANGAN UMKM DIY PADA MASA PANDEMI, ANGKASA PURA I BERIKAN
PELATIHAN DIGITAL MARKETING PADA MITRA BINAAN

Kulon Progo (14/09) – Berkomitmen untuk turut serta dalam mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta, hari ini, Selasa, 14 September, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan pada mitra binaan.

Pelatihan Digital Marketing kepada Mitra Binaan ini merupakan wujud penyaluran Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (Pembinaan Mitra Binaan) Kantor Cabang pada Pilar Ekonomi. Diselenggarakan secara virtual selama 2 (dua) hari yaitu tanggal 14-15 September 2021, pelatihan diikuti oleh 45 orang peserta yang merupakan mitra binaan dari seluruh wilayah Kabupaten dan Kota di DIY.

Stakeholder Relation Manager, Ike Yutiane P. menerangkan, “Seluruh peserta merupakan mitra binaan kami, yaitu mitra binaan Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta, dan pelatihan ini merupakan program rutin yang diberikan kepada mitra binaan agar dapat terus meningkatkan daya saing dan pengetahuan serta membangkitkan jiwa entrepreneur sebagai modal usaha untuk menjadi pengusaha yang tangguh dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif.”

Pelatihan diselenggarakan selama 2 (dua) hari yaitu tanggal 14-15 September 2021, dengan pengembangan materi dari MarkPlus Institute yang mengusung tema “Digital Marketing for a Better Business: Berbisnis Melalui Marketplace untuk UMKM”. Naning, Pimpinan MarkPlus Institute Area Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta menyampaikan, “Materi yang telah disiapkan untuk pengayaan ilmu bagi para peserta lebih mengenai pendalaman usaha di era bisnis dengan basis teknologi digital. Dengan harapan para peserta dapat melakukan penyesuaian diri dan usaha di tengah perkembangan teknologi yang pesat, serta bagaimana para peserta dapat memanfaatkan teknologi digital untuk membuat branding dan mempromosikan usahanya.”

Hadir membuka secara resmi melalui online platform, PTS. General Manager Bandara Internasional Yogyakarta menyampaikan, “Kondisi pandemi yang tidak mudah, salah satunya dirasakan oleh UMKM atau pelaku usaha lokal ini tentunya mendorong kami sebagai salah satu BUMN di Yogyakarta, untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan aktivitas sektor UMKM, dalam hal ini melalui mitra binaan kami.”

“Penentuan tema Digital Marketing for a Better Business ini sesuai dengan masa adaptasi kebiasaan baru di mana adanya pandemi ini, daya beli masyarakat meningkat melalui aktivitas online, sehingga teknologi mampu membuka peluang bagi kita semua untuk beradaptasi di era digital. Para pelaku usaha didorong untuk memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya, sehingga melalui pelatihan ini kami berharap seluruh peserta dapat menambah manfaat ilmu dan wawasan khususnya mengenai pengembangan bisnis marketplace. Seperti bagaimana meningkatkan serta menganalisa kinerja penjualan, dan performa usaha,”tambahnya.

UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Dengan pelatihan ini mitra binaan tentu akan mendorong peningkatan pengetahuan para pelaku usaha mengenai pemasaran digital hingga proses pembuatan dan pengelolaan konten untuk penguatan strategi UMKM di bidang pemasaran, sehingga diharapkan mampu meningkatkan penjualan dari aktivitas online.

Salah satu dari peserta, Priyo Nugroho (Mandiri Craft), yang merupakan mitra binaan asal Kabupaten Kulon Progo menyampaikan apresiasi dan harapan untuk dapat terus berkembang di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat di era digital. “Pembinaan dan pelatihan ini memberikan semangat dan motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha masing-masing. Terlebih lagi dalam berupaya mengembangkan usaha di masa pandemi,” imbuhnya.

“Selain Pelatihan Digital Marketing, di bulan yang sama, kami telah melaksanakan Program Sertifikasi Halal kepada 4 (empat) mitra binaan Angkasa Pura I di Yogyakarta. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) melalui pengembangan kapasitas dan produk mitra binaan. Sekaligus memberikan dorongan dan dukungan kepada mitra binaan untuk naik kelas dan selalu mengembangkan produk usahanya,”jelas Agus Pandu Purnama.***